Mengalah
Rumit memang…Setiap orang memiliki karakter berbeda, bahkan yang dilahirkan dari rahim yang sama pun banyak perbedaan. Ketika kamu memiliki teman yang begitu kalian sayang yang selalu kamu harapkan bahwa mereka akan mengerti kalian selayaknya kalian mengerti mereka. Tapi akan sangat mengecawakan dan akan sangat perih di hati ketika kenyataannya tidak seperti itu.
Mereka teman kalian, senang kamu bisa mendengarkan keluh kesah mereka. Mereka selalu menganggapmu dewasa diantara yang lainnya. Dengan anggapan seperti itu, mereka akan selalu di perhatikan olehmu. Bagi kalian pasti itu hal yang bagus.
Tapi pada kenyataannya kamu adalah manusia biasa. Yang tak dapat dipungkiri bahwa kalian ada kalanya juga membutuhkan perhatian dari mreka. Tapi harapan bahwa mreka akan memberikan perhatian selayaknya apa yang telah kamu berikan ternyata hanya sebatas harapan.
Mereka bukan seperti itu. Mereka ingin didengar dan didengar. Tapi merek tidak bisa memberikan waktu sejenak untukmu bicara. Mereka sulit untuk mendengarkanmu.
Rasa sayang yang dalam terhadap teman begitu besar. Mereka mengajarkanmu bagaimana menjadi teman yang baik. Tapi mereka juga mengajarkanmu bagaimana menorehkan rasa sakit pada teman sendiri. Kekecewaan itu nantinya kian lama akan menggerogoti rasa sayang kalian terhadap mereka, teman kalian.
Memaafkan,
Yaaa itu memang yang selayaknya dilakukan terhadap sesama teman. Ya benar adanya memaafkan merupakan bukan hal yang mudah. Apalagi kekecewaan tersebut dilakukan oleh orang yang kalian anggap paling dekat dengan kalian. Rasa sakit akan lebih sakit dua kali lipat.
Ikhlas, merupakan jalan kalian sebagai teman yang baik, karena kembali di kalimat awal bahwa setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa kalian juga manusia biasa yang memiliki rasa jera dan juga rasa takut terhadap mereka, teman kalian sendiri. Karena satu hal, kalian tidak bisa atau belum bisa melupakan segala hal yang sudah terjadi.
Benar adanya kalian memaafkan, dan juga benar adanya kalian belum bisa melupakan. Rasa jera atas apa yang sudah mereka lakukan. Ketakutan kalian timbul terhadap teman kalian sendiri. Akan timbul rasa takut karena kalian berfikir bahwa suatu saat akan terjadi lagi. Memaafkan kalian pasti mampu. Namun besar kemungkinan kalian akan merasakan sesuatu yang berbeda dengan mereka, seperti perasaan untuk menjaga jarak dengan mereka. Namun percayalah, waktu yang nantinya akan membawa kalian kemana seharusnya kalian berada.
Untuk mereka yang menyakiti kalian, silahkan anggap luka tersebut adalah luka yang kalian ajarkan untuk para sahabat yang telah menyayangi kalian. Luka tersebut sembuh, tapi yakinlah perlu waktu lama untuk menghilangkan bekasnya. Dan teman yang menyayangi kalian akan bertahan tergantung diri kalian sendiri.
Logikanya adalah siapa yg menyulutkan api yang seharusnya bisa memadamkan. Tapi terkadang kenyataan yang yang terjadi adalah yang menyulut api terkadang hanya bisa mengobarkan api. Dan kini yang tersulut api harus berusaha memadamkan api sendiri.
Tantanglah diri kalian sendiri untuk menjadi lebih dewasa, untuk kalian yang merasa tersakiti. Dengan api yang telah dikobarkan tersebut, akan kalian buktikan pada diri kalian sendiri bahwa benar adanya kalian dewasa. Pemikiranmu yang mengalah, ikhlas, dan mau memaafkan sudah pasti tabungan kebaikan kalian untuk kelak. Anggap saja kalian sedang menabung kebaikan.
Mari untuk belajar menerima yang menyakitkan, karena rezeki kalian tidak hanya yang indah-indah saja. Entah kalian akan sakit hati atau tidak, mari coba untuk menarik nafas dan pikirkan bahwa itu urusan mereka yang telah menyakiti kalian dengan Tuhan. Karena pada dasarnya yang menjadi urusan kalian adalah bagaimana kalian bisa ikhlas dengan semua yang mereka lakukan.
Bukankah urusan kalian itu lebih anggun, elegan, berkelas, dan juga berwibawa? :-D

No comments:
Post a Comment