Apa yang salah dengan diriku ini? Semuanya terlihat aku yang salah dan selalu salah. Hampir setiap orang, setiap harinya berkaca. Tapi, kebanyakan mereka berkaca tentang “Apakah aku sudah cantik? Oh mungkin tambah sedikit eyeshadow, atau warna merah cocok sekali di bibirku. Hmm, atau pipi ku kurang merona”, atau tentang “apakah aku sudah ganteng untuk memulai hari ini? Hmm, mungkin rambutku perlu gel, dan mungkin lebih baik aku arahkan rambutku seperti ini, atau seperti ini?”.
Yah, itu adalah hal normal yang dilakukan orang setiap menghadapi kaca. Tapi pernahkan kamu menghadapi kaca namun bukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang keluar? Tapi pertanyaan yang keluar adalah “Apa yang perlu aku rubah lagi?”
Yaa, terkadang aku bercermin dan selalu menyakan hal itu. Mungkin aku adalah seorang pendengar yang baik. Mendengarkan pernyataan-pernyataan orang dan mencoba mengevaluasi semua yang orang nilai buruk padaku. Mencoba melakukan perubahan pada diri sendiri. Dan perubahan itu bukanlah suatu perubahan yang mudah untuk dilakukan. Tapi merubah kebiasaan yang seolah sudah mendarah daging. Dan ini beberapa pernyataan itu.
Pernyataan pertama, “Bagaimana kamu bisa berjalan seperti itu? Berjalanlah seperti layaknya seorang perempuan, atau kau akan menyesal karena setiap orang akan menggunjingmu. Kamu seorang perempuan, tapi jangan berjalan seperti seorang laki-laki.”
Andai kalian tau, bagaimana susahnya melakukan hal itu. Saat aku ingat aku harus berjalan layaknya perempuan, dan hal itu sedikit memaksa, oh bukan sedikit memaksa tapi YA memaksa kaki-kaki ku untuk berjalan lemah gemulai, rapat, dan tegap. Hingga aku harus sering memakai rok karena menurutku cara berjalanku secara tidak sengaja akan berubah dengan bantuan rok. Tapi perubahan itu belum 100% berjalan dengan baik. Yaa, mungkin cara berjalan sudah agak lumayan dari pada jaman dulu. Tapi lihat saja, pernyataan itu keluar semenjak aku kelas 3 SMP, dan sekarang aku kuliah semester 4. Bayangkan berapa lama itu. Dan aku masih belum 100% berjalan layaknya perempuan.
Pernyataan kedua, “Cewek itu yang rapi, bersih, wangi, rajin, daaaaan lain sebagainya”.
Yaah, seperti itu. Sama seperti sebelumnya berusaha merubah. Tapi untuk ini aku benar-benar belum bisa merubah. Ketika aku berubah dalam kondisi seperti layaknya perempuan berarti ada faktor lain. Misalnya paksaan, ada acara yang mengaharuskan seperti itu, dan mood yang lagi kepengen feminim banget. Tapi jujur, dari dulu sampai sekarang penampilan yang pengen aku lakukan adalah style rambut acak-acakan kayak rambutnya C. Rae Jepsen waktu video clip Call Me Maybe, memakai kaos oblong warna putih atau abu-abu dengan tema Harley Davidson, jaket dari jeans, celana jeans, dan sepatu boot entah flat boot atau heels boot warna coklat atau hitam yang tinggi bootnya hingga lutut. Hmm, bener-bener aku suka.
Pernyataan ketiga, “Yang peduli gitu loh, jangan cuek. Cewek mesti tanggap.”
Yap, aku emang orangnya cuek. Lihat aja dari pernyataan sebelumnya. Pake baju dengan sytle kayak gitu kata orang menandakan orang yang cuek. Yaah, mungkin ga baik cuek dan perlu aku rubah. Dan sulitnya itu, hmmm dahsyat bangeet. Merasa aneh jadinya, kalo awalnya kita cuek tapi maksaan diri buat gak cuek. Agak gak nyaman, tapi yaah sedikit kemajuan dari mengurangi rasa cuek itu. Makin banyak temen juga. Tapi sama aja, aku belom bisa ngelakuin itu 100%. Yaah masih dalam proses usah.
Yap, itu beberapa pernyataan-pernyataan buruk yang pernah orang lontarkan ke aku. Walaupun belum aku bisa perbaiki seutuhnya, setidaknya aku sudah berusaha dan tetap berusaha. Tapi lama-lama aku menjadi bingung sendiri.
Aku memang manusia biasa, bukan manusia perfect dan tidak akan menjadi manusia yang perfect. Tapi aku berusaha memperbaiki sesuatu yang buruk pada diriku. Tapi aku rasa ada satu hal yang bagiku sulit atau bahkan aku tidak akan sanggup untuk merubahnya.
“PANDANGAN MATA”
Kata orang-orang yang bisa membaca seseorang, mereka bilang aku adalah orang yang keras dan memiliki pandangan mata yang tajam.
Sifatku yang keras itu karena semasa kecil aku dididik keras. Keluargaku selalu mengajarkan kedisiplinan yang tinggi. Menaati peraturan yang ada dan menghargai waktu. Berbeda jika hidup di jaman sekarang, kedisiplinan entah sekarang kemana perginya, peraturan dibuat untuk dilanggar, dan jam jaman sekarang terbuat dari karet. Mungkin dengan sikapku yang tidak sesuai dengan jaman ini, kalian akan mengira aku orang kolot dan sebagainya. Tapi itu tak masalah bagiku jika kalian mengira aku seperti itu #cuek . Karena keluargaku sudah menanamkan prinsip yang besar dan aku yakin prinsip itu tidak akan dengan mudah goyah akan jaman.
Aku tidak tau apa yang mesti aku lakukan karena pandangan mata ini. Mereka bilang tatapan mataku terlalu tajam dan buat mereka hal itu tidak enak untuk dilihat atau bahkan mengerikan. Aku tidak tau apa yang mereka tangkap dari tatapan ku itu. Mereka selalu menyalahkan pandangan-pandangan mataku yang menurut mereka mengerikan itu. Padahal, aku hanya melihat mereka biasa saja. Ya, terkadang aku melihat sesuatu begitu tajam, tapi pandangan itu bukan hanya untuk orang-orang saja. Tapi aku melihat lingkungan sekitar juga seperti itu. Dan ketika aku melakukan hal itu, berarti aku sedang mempelajari, menganalisis, dan berusaha membaca sesuatu. Dan jika aku lakukan hal itu kepada orang-orang berarti aku sedang fokus terhadap dia dan berusaha memahami, mempelajari, menganalisis, dan membaca orang tersebut. Aku memang orang yang fokus. Dan fokusku itu bisa terhadap apa saja, bukan terhadap orang aja.
Dan karena itulah semua orang menyalahkan pandangan mata ini. Entah jika kalian menjadi aku, pandangan seperti apa yang akan kalian lakukan. Merubah cara berjalan itu dengan mengontrol kaki. Tapi ketika aku harus merubah pandangan mata ku, maka itu sama saja aku harus merupah diriku sendiri menjadi orang yang diinginkan semua orang.
Oke untuk masalah pandangan mata, aku akan mengibarkan bendera putih pada kalian semua. Aku menyerah dan akan mengakui bahwa aku gak akan sanggup melakukan hal itu. Its okay, jika kalian akan terus menyalahkan pandangan mataku seumur hidup kalian semua. Aku sudah berusaha menjadi orang yang lebih baik dari pada hari kemarin, dan hal itu tidak mudah, dan tidak semua orang secara SADAR mau melakukannya.
Mungkin aku akan tetap pada keinginanku untuk merubah segala yang buruk yang ada pada diriku. Dan jika aku benar-benar aku bisa merubah pandangan mata ini, mungkin itu akan membuat kalian suka. Tapi jika tidak, aku akan mulai belajar untuk tidak memaksakan diriku untuk melakukan hal itu. Yaa, mungkin ada yang pernah bilang, jika aku tetap pada pandanganku yang seperti itu, pandangan pertama orang lain tentang diriku pasti berbau negatif. Dan itu artinya aku sulit dekat dengan orang.
Tapi tak apalah, mungkin aku harus menunggu seseorang yang mau menerima pandangan mataku ini. Jika sifatku yang keras dan pandangan mataku ini adalah kelemahan terbesar yang ada pada diriku, maka yang aku butuhkan adalah seseorang yang bisa menerima kekurangan terbesarku ini, melunakkan sifat dan menakhlukan pandangan mata ini.
Aku hanya seorang perempuan biasa. Bukanlah seorang perempuan yang SEMPURNA. Dan aku tidak ingin menjadi seorang perempuan yang DIMINATI. Tapi yang aku inginkan adalah menjadi seorang perempuan yang DIHORMATI dan DIHARGAI, atas semua usaha yang telah aku lakukan.

ciyeee ceuh :D
ReplyDeleteKnpo tuing?
Delete