Siang bolong, itu katanya orang-orang ketika jam menunjukkan sekitar jam 12 sing. Hmm, mesti keluar kos-kosan karena ada sesuatu yang belum dikerjakan.
Dua jam sebelum keluar, ya hitung sendiri jam berapanya …, aku berada di kamar mbak kos ku. Sendiri, karena yang punya kamar baru keluar. Ngapain aku di kamar mbak kos? Ada yang tau?
Belajar. Ya serius itu yang aku lakukan. Konsentrasi belajar mulai terganggu ketika ada mbak kos pulang. Jelas masuk kamarnya, dan di situ aku lagi dalam posisi tidur tapi kaki ku ada di atas. Aku taruh kakiku di tembok dan badanku di kasur. Emm bayangin sendiri yah … :D
Oke next, apa yang membuat kedatangan mbak kos mengganggu. Yah, GALAU. Itu yang membuat belajarku terganggu. Biasanya temen-temenku ketika galau gak mau di kamar atau di kos sendirian, katanya nanti galau dan yaa mewek sendiri. Lha ini kebalikannya, aku sendirian belajar, eeh dateng mbak kos langsung galau. Tau kenapa?
Apalagi kalau gak cerita-cerita yang udah dipendem dan dikeluarkan saat itu. Yaah, dia menceritakan ke galauannya dulu. Bla bla bla, sampai end the end. Baru deh aku ngikut galau.
Kegalauan yang aku ceritakan mmm, tentang mimpi-mimpi yang bikin aku UAAAAAAA….pengen jerit membangunkan raksasa yang telah bersemayam di bawah gunung mistis. Tapi sayang jeritan ku gak ada yang bisa mendengar. Seekor jangkrik sekalipun juga gak mendengar. Yaiyalah kan aku jerit dalem hati #ngek.
Oke lanjut ke mimpiku. Akhir-akhir ini aku mimpi yang aneh. Oke mimpi pertama yang aneh itu ketika mimpi tentang aku ingin membeli sebuah pakaian. Aku mencoba pakaian itu, aku suka pakaian itu, tapi sebenernya itu pakaian yang aku coba itu bentuknya tidak sesuai yang aku inginkan. Tapi aku suka dan pantas dengan baju itu.
Mungkin anggapan kalian tentang mimpi pakaian dan mengenakan pakaian buat kalian bukanlah suatu mimpi yang seru, petualang, horor, ataupun romantis. Gak da yang seru mimpi tentang membeli pakaian, karena kalian udah biasa ngelakuin itu di kehidupan nyata. Tapi kata orang yang berpengalaman mimpi tentang pakaian itu mimpi tentang pasangan kita. Yap, pakaian itu diibaratkan sebagai pasangan. Di dalam bukunya Sigmund Freud kan ada penjelasan tentang mimpi.
Nah pakaian itu diartikan sebagai pasangan. Yaa, pada saat itu aku sedang tertarik terhadap seseorang, dan entah angin ribut macam apa yang membawaku beranggapan bahwa mimpi itu ditujukan untuk sang pencuri hatiku (hahahah #alay dikit). Mungkin kita sebut aja dia si ‘V’. Yaah, sebenernya ada ciri dan penggambaran dalam mimpi yang mirip dengan dunia nyata ketika si ‘V’ ini telah berhasil mencuri perhatianku. Hehehe :D Aku tidak akan menjelaskan secara gamblang bagaimana penggambaran yang aku bilang mirip dengan dunia nyata ini. Karena aku tau, kalian akan bosan dengan penggambaran itu. Tapi entah bener atau tidaknya mimpi itu buat ‘V’, yaah rahasia Ilahi.
Oke next, mimpi aneh yang lain. Yap, mimpi ini persisi terjadi semalem setelah aku bermimpi tentang pakaian atau yang aku anggap itu si ‘V’. Mimpi ini membuat hatiku yang lembut selembut sutra ini merasa uuuuuuuh … kayak es campur gula campur santan campur cendol campur cincau campur (hmm seger) … campur hatiku ;( huhuhu. Oke balik ke cerita, kenapa membuat hatiku bercampur-campur, karena aku mimpiin orang yang dulu aku suka. Kita panggil saja dia si ‘W’. Dan di mimpinya dia meninggalkan suatu simbol tangan yang gak aku ngerti apa maksudnya. Yang jelas secara tersirat dia mengunkapkan ‘Jangan tinggalkan aku’.
Oke jujur saja, tahun ini tahun 2013, aku pengen bisa lupain ‘W’. Dan itu berhasil. Aku sudah tidak perduli dengan ‘W’. aku sudah gak pernah kepoin dia lagi. Dan bahagianya, aku gak pernah bersedih maksud aku galau lagi gara-gara dia. Aku juga sudah membuka pintu hati ku hingga datanglah si ‘V’ yang mencurinya (hahaha #asek). Bukankah itu suatu bukti bahwa aku sudah tidak ada rasa lagi sama dia. Tapi kenapa dia datang ke mimpiku dan mengisyaratkan hal itu. Dan parahnya, dia datang dalam mimpiku gak Cuma sekali. Berkali-kali. Dan bikin aku jadi …. (pura-pura jadi manekin).
Yaah itu lah yang aku ceritakan selama dua jam sebelum aku berangkat menyelasaikan urusanku.
Oke berhubung sudah jam setengah satu siang, oke aku sudahin kegalauan ini dan melanjutkan urusan yang belom aku selesaikan. Aku bersiap-siap, dandan (hehehe), gak lupa pake bedak dan handbody yang melindungi kita dari sinar UV. Dan kuputuskan memakai jaket jeans yang tebal, karena sinar matahari begitu terang, seterang sinar matahari (Lho).
Oke karena baru saja membahas tentang ‘V’, aku jadi inget bahwa urusan kali ini kemungkinan bakal ketemu ‘V’. Tapi ini hanya kemungkinan kecil untuk bertemu dengan dia. And, berangkat di tengah-tengah waktu yang enak untuk tidur siang itu juga upaya untuk memperkecil pertemuan dengan ‘V’. Untuk menambahkan keyakinan pada diri sendiri untuk tidak ketemu dengan ‘V’, aku berdoa dengan tulus, setulus hati, selembut sutra, sedalam samudra, dan setinggi angkasa untuk tidak bertemu dengan ‘V’. Aku berusaha memperkecil kemungkinan bertemu karena aku tau itu memberikan efek galau yang berkepanjangan. Yaah, maklumlah semalam aku mimpi ‘W’ dengan pesan-pesan yang sama, dan jika bangunnya harus bertemu ‘V’ maka bener-bener hatiku gak Cuma jadi e campur tapi jadi es kopyor.
Oke dengan menyemangati diri sendiri, aku terjang teriknya sinar matahari yang dengan sigap merangsang pigmen-pigmen kulit untuk timbul ke perpukaan kulit sehingga kulit berubah kecoklatan dan menghitam, dan me_legam. Sampainya di tempat tujuan, ternyata doa dan usahaku GATOT (gagal total). Ternyata aku masuk berbarengan dan selesai dengan urusan juga berbarengan dengan si ‘V’.
Benerankan hatiku langsung jadi es kopyor. Until now.
Kunjungan perdana Mba Bro
ReplyDeletebahaya nhe mimpi disiang bolog. xiix
Hahaha, rezeki.
Deletewow... cepuh. good story
ReplyDeleteiya dums.
Delete