Just Ask - Tagebuch Gestalten

Monday, July 9, 2012

Just Ask


Sedang apa kamu ?
Kamu lagi dimana ??
Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang?

Taukah kamu …?
Kalau disini aku sedang memikirkanmu?
Apa kamu pernah memikirkanku?
Walau tidak sesering aku memikirkanmu?

Taukah kamu…?
Jauh dipikiranku, aku tidak ingin memikirkanmu …
Bahkan, hanya sekedar mengingatmu pun aku tidak ingin…

Tapi, taukah kamu …?
Jauh di dalam hatiku, selalu ingin memikirkanmu …

Apa kau tau bagaimana rasanya itu, ha???


Pernahkah kamu merasakannya?
Pernahkah kamu ingin merasakan apa yang aku rasakan?
Apa kamu pernah menangisi seseorang?
Terkadang aku harus menahan air mata ketika mengingatmu, apa kamu tau itu?
Apa kamu tau kalau di sini selalu ada yang memikirkanmu?
Apa kamu pernah memikirkan seseorang tapi dia tidak pernah memikirkanmu?
Bagaimana rasanya itu?
Pernahkah kau membayangkan, kalau di sini ada yang melakukan hal itu terhadapmu?
Pernahkah kamu menahan perasaanmu selama bertahun-tahun?
Apa yang akan kamu lakukan dengan perasaanmu?
Apa kamu akan membawa perasaanmu itu seumur hidup?
Atau kamu akan mencoba membohongi dirimu sendiri dengan berusaha lupa dan mencintai orang lain?
Apa kamu bisa dan sanggup melakukan hal itu?
Jika iya, maukah kamu mengajarkannya untukku?

Taukah kamu …? Cerita dibalik pertanyaanku ??
Kertas bekas. Ya … di situlah awal ku tulis semua pertanyaan-pertanyaan ini. Aku tidak tau bagaimana hal itu berawal. Aku hanya duduk di sudut kamarku. Dengan kondisi kamar yang berantakan. Aku ambil kertas bekas dan kutuliskan apa yang ada dalam pikiranku.

Kertas bekas yang tidak penting, seharusnya ku buang tempat sampah. Tapi mendadak kertas itu berubah menjadi kertas yang sangat indah dan sangat aku ingin simpan. Karena di kesendirianku itu, kutuliskan nama mu dengan begitu jelasnya dan kuhiasi gambar setangkai bunga entah bunga apa itu aku sendiri tidak menentukan bunga apa yang aku buat dan satu gambar hati yang aku maksudkan sebagai kupu yang terbang diatasnya. Kutulis namamu dengan pen warna ungu dan pink warna kesukaanku, begitu juga dengan bunga dan gambar hatinya dan kuimbuhkan warna hijau untuk tangkai dan daun bunga.  Dengan sendirinya aku menggambar dan jadilah.

Pada awalnya aku hanya menulis namamu saja. Tapi setelah namamu selesai kutulis, muncullah pertanyaan-pertanyaan itu. Tanpa pikir panjang kutuliskan semua pertanyaan itu. Satu per satu kutulis, dan saat itulah air mata mulai mengalir. Saat itu benar-benar ingin aku ingin mengeluarkan semua pertanyaan dan kesedihanku. Ku puaskan menangis sendiri di sudut kamarku, situasi sepi membuatku semakin ingin membuatku menangis lepas. Semuanya ku keluarkan pada saat itu juga.

Aku mulai lelah benar-benar lelah, kurebahkan tubuhku dan sekejap mataku terpejam, aku merasa semua yang menusuk pikiranku menghilang dan aku juga menghilang dari ragaku untuk sesaat dan merasa tenang. Dan tidurku benar-benar me-refresh otakku.


Lia Faridda

No comments:

Post a Comment