Sudah lama tidak mengisi konten ini. Bukan karena tidak mau lagi, tapi memang dari bulan-bulan di akhir tahun kemarin sampai bulan-bulan (sekitar bulan juli 2018 - Juli 2019) ini sedang sangat sibuk dalam fisik maupun pikiran. Iya memang bukan setiap hari aku sibuk di bulan itu, tapi menurutku menulis itu butuh mood dan juga waktu yang memang khusus aku sediakan hanya untuk menulis. Dan waktu khusus itu tidak bisa aku berikan di bulan-bulan itu.
Mungkin ini tidak penting sama sekali untuk apa aku harus menceritakannya. Karena aku sadar, aku tak banyak punya fans juga (hahaha) selayaknya selebritas papan atas yang update-annya selalu di tunggu banyak orang. Tapi aku sedang narsis, dan pengen berlaga banyak punya fans hahaha. Jadi aku bakal sok-sok memberikan klarifikasi kenapa terasa lama tak menulis lagi. (Mohon dimaafkan atas ke narsis-an ini hahaha)
Dan berikut rentetan alasan kenapa lama tidak menulis.
Well, semenjak akhir tahun 2018, banyak kegiatan yang menguras tenaga, pikiran, dan hati. Di mulai dari ibuku yang sering sakit, hingga di rawat di rumah sakit bukan hal yang mengejutkan lagi untuk keluargaku. Dan karena dulu aku bekerja di tempat yang jauh dari rumah, jadi aku gunakan banyak waktuku sebisa mungkin untuk pulang ke rumah dan bertemu ibuku tercinta.
Kemudian, masih di tahun 2018 aku memang menjadi panitia di acara Dies Natalis di kantor dimana aku bekerja dan saat itu posisiku sebagai bendahara. Itu acara besar, dan memegang banyak uang. Jadi aku sebisa mungkin fokus untuk mengerjakan pekerjaan kantorku beriringan dengan bolak-balik kampung - tanah rantau untuk sesekali menjenguk ibuku.
Tak hanya itu, di sela-sela itupun ada acara lamaran dari pacar ku. Tambah lagi saat itu pikiran untuk bolak-balik, telepon-in orang-orang rumah untuk tanya dan mengetahui perkembangan persiapan lamaran. Dan ketika acara lamaran selesai, muncul baru yaitu persiapan pernikahan. Lamaran di bulan Oktober dan tanggal menikah di tetapkan di bulan Januari. Waktu yang singkat, dengan segala macam urusan di dalamnya.
Tapi harus aku lalui, dan aku selalu percaya semua tantangan pasti akan berlalu. Hanya butuh sabar dan terus berusaha, waktu pasti akan terlampaui dengan sendirinya.
Bla bla bla ... urusan bendahara akhirnya selesai, walaupun sempat ada kesalahan kecil tapi aku bersyukur itu terselesaikan dengan baik. Dalam timeline-ku lamaran dan bendahara selesai, tinggal mengurus pernikahanku dan surat pengunduran diriku. Karena memang berencana mengundurkan diri setelah menikah dan mengikuti suami ke tanah rantau.
Segala persiapan, dengan masih diiringi dengan kondisi ibuku yang aku pikir naik turun, semuanya berjalan dengan baik dan aku sangat bersyukur keluargaku diberikan kesehatan dan kekuatan untuk semuanya. Sampailah di waktu menikah. Dan bla bla bla, pernikahan terlampaui dengan lancar. Jauh hari sebelum menikah berencana bulan madu. Tapi memang tidak bisa, karena masa cuti kerja ku dan suamiku terbatas. Akhirnya kita putuskan untuk kembali ke tanah rantau masing-masing untuk melanjutkan kerja saja.
Kita LDM (Long Distance Marriage) sebentar. Karena aku masih bekerja, dan menunggu surat pengunduran diri dari kantor keluar. Di sela-sela menunggu aku sibukkan hari-hari di tanah rantau selain bekerja menyelesaikan sisa kerjaku juga mulai mengemas barang-barang di kamar kos ku untuk aku kirim ke tanah rantau suamiku. Menjalang hari-hari akhirku bekerja, aku dapat telepon dari rumah bahwa ibuku kondisinya drop lagi sampai koma. Jadi mau gak mau aku harus pulang rumah dulu karena ibuku sudah dalam kondisi kritis
Panjang cerita, akhirnya aku pulang lagi ke tempat kerjaku untuk menyelesaikan masa kontrak. Tapi anehnya sampai aku beberapa hari menjelang aku selesai bekerja, aku tidak menerima panggilan apapun dari pihak kantor untuk misal tanda tangan atau apa. Aku merasa aneh, akhirnya aku tanyakan langsung ke pihak SDM. Daaaan, ternyata surat pengunduran diriku tidak pernah sampai ke tangan SDM.
Bla bla bla, permasalahan cuti ku aku selesaikan. Dan aku bersyukur dapat selesai tepat waktu sehingga aku bisa menyelesaikan urusan kantor tepat dengan tanggal pengunduran diriku. Akhirnya urusan di tanah rantau selesai. Aku pulang ke rumah dengan mengucapkan selamat tinggal untuk rekan-rekan kerjaku.
Lanjut cerita, setelah aku sampai rumah dan ibuku masih kritis. Ibu sudah koma selama satu minggu, semenjak aku balik ke tanah perantauanku waktu itu. Aku sampai rumah sekitar pukul 18.00 WIB. Dan ternyata di jam 02.00 WIB dini harinya ibuku perpulang ke pangkuan sang pencipta. Sedih sangat, seakan ibuku benar-benar mengguku sampai rumah dulu dan baru dia berpulang.
Sepeninggalannya ibu, banyak juga kegiatan dirumah jadi aku bantu-bantu keluarga di rumah. Dan 2 minggu setelah ibu pergi aku berangkat ke tanah rantau untuk menyusul suamiku. Di tempat baru tidak banyak pekerjaan karena aku jadi ibu rumah tangga. Tapi memang belum bisa menulis apapun, karena di tanah rantau aku harus belajar adaptasi, dengan kehidupan baruku dan lingkungan baruku. Selain itu sinyal di tempatku yang sekarang juga lumayan susah, jadi belum terfikir untuk menulis lagi.
Dua sampai tiga bulan mungkin sudah cukup untuk adaptasi, tapi setelah itu mudik lebaran jadi belum juga bisa menulis. Libur lebaran usai, tapi aku tidak langsung balik ke tanah rantau mengikuti suamiku. Aku tinggal sekitar tiga minggu di rumah keluargaku, karena akan ada acara 100 hari kematian ibuku dan juga kondangan di pernikahan teman kerja suamiku.
Setelah ke padatan kegiatan yang tidak diduga-duga itu akhirnya aku kembali lagi ke tanah rantau dengan suamiku lagi untuk menlanjutkan perjalanan hidup kami yang baru. Dan kemungkinan sudah mulai bisa aku menulis lagi.
So, I'll be back soon. See you on the next page ...

No comments:
Post a Comment