Filosofi jawa pernah saya dengar dari guru bahasa jawa saya sewaktu SMP. Orang pinter atau pintar, tapi pintar saja tidak cukup. Tapi harus ada bener atau benar juga. Tapi orang pintar dan benar juga belum cukup, karena harus ada pener atau seperti kebijaksanaan.
![]() |
| Illustration by @liafaridda |
Orang pintar, biasanya tahu apa saja. Punya banyak sumber untuk pemikirannya. Dari sumber-sumber yang dia dapatkan, lahirlah pemikirannya. Dan memang dari sumber-sumber itu dia lebih berwawasan luas. Tapi kepintarannya belum tentu benar walaupun dia sudah memiliki banyak sumber-sumber pemikiran. Karena dia belum tentu tau bahwa sumber itu memang dari sumber yang benar. Tipe ini jika tidak diimbangi dengan bener dan pener suka menggurui orang, merasa paling pintar hingga menyepelekan yang lain. Selalu merasa paling pintar dan tidak sadar diatas awan masih ada awan dan terkadang suka dengan gampang menyalahkan orang.
Orang pintar dan benar. Kepintaran dan kebenaran sangat bagus sekali jika berdampingan. Orang pintar yang benar sangat bermanfaat bagi orang lain. Dan orang seperti ini sangat bisa membantu orang-orang yang salah untuk menjadi benar. Namun orang pintar dan benar, terkadang masih memiliki keegoisan yang tinggi. Mereka tidak mampu menyampaikan kebenarannya dengan baik sehingga hanya akan membuat orang-orang malah lebih memilih untuk tidak berjalan ke kebenaran dan menyalahkan kebenaran. Hmmm yang seperti ini sangat membahayakan sekali ya, jadi berhati-hatilah jika dirimu pintar dan benar. Penggambaran dengan mudahnya orang ini pintar dan benar, namun penyampaian kebenarannya tidak sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang berjalan atau berlaku di lingkungan sekitar. Sehingga kebenaran ini menjadi salah di hadapan masyarakat sekitar.
Orang pintar, benar dan pener atau bijaksana. Orang-orang seperti ini yang sangat dibutuhkan orang-orang. Dia seorang yang pintar, berpemandangan yang luas, dan memiliki pemikiran-pemikiran yang sangat baik. Kepintaran yang didapat juga merupakan suatu kebenaran dan sangat bermanfaat. Selain itu orang seperti ini mampu membenarkan orang-orang yang salah. Mereka tau bagaimana membawa orang-orang yang salah ini menjadi benar, tanpa menyinggung orang-orang yang salah, jadi tidak merusak kebenaran itu sendiri. Istilah gampangnya mereka menyampaikan kebenaran di situasi dan kondisi yang tepat.
So, mau jadi bagaimana dengan kepintaran dari dirimu? Semoga, mampu memberikan penerangan bagi mereka-mereka yang pintar dan benar untuk selalu membawa kebijaksanaan dalam setiap tindakan.

No comments:
Post a Comment