Wanita itu merupakan calon ibu yang nantinya
diharapkan jadi manajer terhebat dalam suatu keluarga. Tapi gimana ceritanya
mau jadi manajer terhebat kalau sudah mahasiswa saja pemikirannya kurang dikembangin buat
menyelesaikan hal-hal atau masalah kecil. Dan bagaimana kalau mereka (para calon
ibu) bertemu dengan masalah yang besar? Apa iya, nanti kalau sudah berumah tangga
bakalan ngrepotin orang tua masing-masing terus? Atau ngrepotin temen2 yg lain?
Hanya berbagi pengalaman saja. Yang aku temui selama aku jadi mahasiswa itu salah satunya masalah sepatu. Hidup di kos an yang begitu banyak kepala dan jadi satu atap itu bukan hal yang mudah. Rak sepatu tersedia banyak. Dan dekat dengan pintu masuk. Tapi, untuk menaruh sepatu terkadang bejubel di depan pintu masuk? Iyaa sudah mahasiswa. Kurang elite rasanya jikalau sebagai mahasiswa
yang terkenal berpendidikan tinggi mesti menegur satu per satu.
Pengalaman
selanjutnya. Malas boleh saja, tapi jangan sampai diperbudak sama malas ya gaes. Apalagi calon ibu, malu lah kalau terkenal malas, iyaa kaan :D . Ada yang saking malasnya jadi hidup tidak sehat.
Makannya seringnya mie instan. Alasanya karena gak punya uang buat makan. Gak punya uang bukan malsalah sih, namanya jg perantauan. Tapi untuk hidup yang gak sehat aku pribadi tidak setuju. Ini
mbak-mbak sukanya makan mie instan. Siang, sore makan instan mie terus. Padahal dia bawa
beras buat makan, Kalau memang mau hemat kan bisa masak tuh, Atau beli lauk. Daripada makan mie instan yang sering buat maag dia kambuh. Kadang saja,kalau ada yang
mau buat mie instan dia mau nitip bikin. Hmm aduh si embak, buat mie itu seberapa
susahnya? Kalo di rumah mau nitip sama emaknya sendiri yaa silahkan saja. Tapi kalau nitip bikin
mie sama temen itu, temennya berasa punya burjo loh mbak hihihi... Memangnya bakar berapa kalori mbak bikin mie instan itu? Takut
kalorinya luntur apa yak? #hehepeace
Selanjutnya lagi, calon manajer terhebat harusnya tau bagaimana mengurus
barang-barang dan lingkungannya sendiri. Hal kecil dulu, seperti menata kamar. Memakai logika
yang untuk situasi dan kondisi. Berfikir bagaiman baiknya, kalau di rapikan seperti
ini bakalan ada dampaknya tidak? Lebih baik seperti ini atau seperti itu?
Memikirkan situasi untuk dirinya sendiri dan bukanlah suatu hal yang. Namun terkadang masih
kesulitan dan butuh orang untuk menyelesaikannya.
Ayah saya bilang peka terhadap situasi dan kondisi lingkunganmu, seperti lantai kotor ambillah sapu tanpa disuruh terlebih dahulu. Saya tau kalian masih belajar, saya juga begitu. Tapi mulailah dari hal kecil, hal sederhana, hal paling mudah. Mulailah menata kehidupan dan lingkunganmu. Kalian calon manajer terhebat di kehidupan kalian. Anak, suami tergantung bagaimana kalian. Hal-hal kecil akan memberikan kalian pelajaran menjadikan kalian lebih baik dan lebih kuat untuk menjadi seorang ibu nantinya. Kalian calon pendidik generasi muda penerus. Kalau dari kalian sudah malas-malasan untuk memikirkan sesuatu, .....
ahh sudahlah...
Nanti membuatku berfikir akan generasi kalian :D
No comments:
Post a Comment