Kala waktu tak terasa sudah kulewati bersamaan dengan nafas ini, di
kala itu aku merasa dirimu menghilang jauh entah kemana. Tak pernah kau
berkunjung d lubuk hati dan pikiranku, sekalipun dalam mimpi.
Namun ada kalanya aku merasakan kenikmatan waktu berjalan dan terasa
nafas ini aku hembuskan. Di kala itu pikiranku mulai untuk merancu.
Karena di waktu yang sama kedatangan bayangmu mulai menghampiri pikiran
dan hatiku.
Sebenarnya apa yang aku lakukan? Apa yang aku rasakan? Kenapa aku
tidak seperti yang lain, yang bisa menaruh hati ini ke tambatan yang
lain? Kenapa harus tetap pada org yg sama? Tidak kah aku hanya membuang
waktuku untuk merasakan hal ini? Karena pada akhirnya aku tau perasaan
ini sia-sia.
Kamu tak pernah memerdulikan, jangankan peduli untuk ingin tau saja
mungkin kamu tidak. Haruskah aku selalu merendahkan diri terus dengan
selalu menuliskan tentang dirimu hingga aku harus kehilangan harga
diriku?
Berkali2 aku hujat dirimu aku cela dirimu di tulisan2 ku. Tapi tetap
saja nantinya ada tulisan tentang aku yg belum bisa berhenti
memikirkanku.
Jika kamu melihat ini semua, mungkin kau akan bangga, menertawakanku,
dan menganggapku tak berharga. Mungkin ini apalah arti usahaku ini
bagimu. Mungkin kamu hanya akan menilaiku tukang hujat.
Tak mengapa jika kamu berfikir seperti itu. Suatu hal yang normal
jika itu terjadi. Tapi ketahuilah kulakukan itu karena aku tidak tau lg
cara memotivasi diri ini untuk melupakanmu. Semua penyemangat bagiku
untuk melupakan mu.
Karena diriku ini sudah tak sanggup lagi menahan malu terhadap
teman2ku. Mereka sudah merasa lelah untuk berusaha mengingatkan ku untuk
melupakanmu. Dan aku sudah tak mempunyai muka lagi untuk meminta saran
kepada mereka.
Maafkan aku will. Aku memang salah kepadamu dari dulu sampai
sekarang. Maafkan aku yg menjengkelkan ini. Anggaplah aku seperti yg
lain. Seperti teman2mu yang lain. Jangan perlakukan layaknya kamu tidak
mengenal dan tidak ingin mengenal ku.

No comments:
Post a Comment