I Wanna be a Bad Person - Tagebuch Gestalten

Friday, July 22, 2016

I Wanna be a Bad Person

Kenapa aku tidak dilahirkan menjadi orang jahat
Kenapa aku selalu memikirkan perasaan orang lain
Yang belum tentu orang lain memikirkan perasaanku
Kenapa aku tidak memikirkan perasaanku

Kini aku jatuh cinta lagi untuk yang ke dua kalinya, dan kini aku merasa mulai ketakutan lagi.

Perasaan jatuh cinta yang seharusnya membuatku bahagia
Yang seharusnya membuat aku tersenyum setiap saat
Perasaan yang seharusnya membuat aku seperti orang gila
Perasaan yang seharusnya selalu membuatku pipiku merona.

Tapi kenyataannya tidak seperti itu.
Pikiranku seharusnya memikirkannya
Tapi jika aku memikirkannya hal itu selalu membuatku semakin merasa bersalah dan takut.

Aku sedang jatuh cinta, tapi aku juga sedang memikirkan perasaan orang lain.

Aku ingin bebas mencinta dan dicinta.
Tapi kenyataannya perasaan ini tidaklah bebas.
Dia, yang aku cinta sudah ada yang memiliki
Aku tanyakan kepada siapa,
Namun jawabnya tidak bisa objektif.
Segala jawaban tidak adil,
Semua jawaban sesuai kesukaan
Hal ini membingungkan

Di dalam hati, aku mengharapkannya.
Aku menginginkannya
Aku mendambanya.
Tapi di sisi lain dari hatiku
Aku tak punya nyali walau hanya mengharapkan, menginginkan, maupun mendambanya.
Dia sudah ada yang punya.
Semua pengharapan itu hanya semakin membuatku merasa berdosa saja.
Aku wanita, sama seperti yang mencintanya.
Aku akan tau bagaimana perasaannya (wanita yang mencintanya) jika aku mengambilnya
Itu yang selalu aku pikirkan.

Tapi kejujuran dalam diri ini aku juga tidak bisa memungkiri.
Ditambah dengan kondisi dimana aku sangat sulit melupakan pria yang aku suka dulu
Dan sulit membuka hati untuk orang lain.
Tapi sekalinya aku bisa meninggalkan pria yang dulu dan mampu membuka hati untuk orang lain,
Dia sudah ada yang memiliki.

Kenapa seperti ini?
Menjadi orang yang mudah mencinta, atau menjadi orang yang peduli dengan perasaan orang lain.
Andai aku adalah salah satu dari kedua tipe orang itu.
Mungkin aku akan dengan mudah melupakan pria yang dulu.
Dan aku mendapatkan orang baru yang bisa mengisi ruang hati

Tapi itu berandai,
Karena kenyataannya aku tidak seperti itu.
Aku masih orang sulit membuka hati dan sulit mencinta.
Aku masih orang yang terlalu memikirkan perasaan orang lain.
And I hate being like this.
I dont want stuck again.

Entah aku harus mengharapkan dia pria baru atau tidak.
Entah aku harus meminta kepada Tuhan untuk menjodohkan aku dengan mu atau tidak
A
ku hanya bisa berharap tidak ada yang tersakiti, entah itu aku, kamu, atau dia.

No comments:

Post a Comment